h1

7,9 SR di awal Ramadhan

September 21, 2007

Bengkulu, 21 Sept ’07

Marhaban ya Ramadahan……
Baru siang tadi postingan itu dibuat, sore balik ke rumah, cekakak-cekikikan sama kurcaci2 cilik, sruput teh manis buatan bidadari cantik sambil blogwalking nongkrong di depan komputer, wuiihh muantaapp..
Cuaca sore hari itu terasa dingin oleh tiupan angin pantai (rumah saya nga jauh dari pantai panjang, Bengkulu)
home.jpg
Sore itu kira2 jam 18.10 WIB, saya menunggu giliran membersihkan badan setelah seharian berkutat dengan otak, emosi dan otot.
Tiba-tiba …
bumi bergoyang, mulanya hanya goyang kecil tapi kemudian bertambah besar dan makin besar. Saya langsung menyambar kurcaci terkecil saya dan istri saya menggendong kurcaci yang besar berhamburan keluar rumah mencari tempat aman dari reruntuhan bangunan. Guncangannya seperti didorong2 dari kiri, kanan depan dan belakang, suara gemuruhnya seperti raungan ribuan lebah menabrak-nabrak tembok. Hampir kuranglebih 1 menit kami terguncang dalam ketidak pastian, kapankah ini akan berakhir ? (atau akan mengakhiri selamanya…) Saya melihat rumah saya bergoyang berharap-harap cemas agar tidak rubuh (cicilannya belum selesai hik..hik..). Setelah agak reda anak saya bergetar menggigil, ternyata anak saya masih bugil! Ya, ternyata waktu terjadi gempa tadi anak saya baru selesai mandi langsung diangkut oleh istri saya. (kasihan dikau nak…). Tanpa pikir panjang saya langsung ambil motor, baju seadanya dan langsung cabuutt mancari tempat yang lebih tinggi untuk menghindari jika terjadi Tsunami. Diperoleh kabar bahwa Gempa tersebut berkekuatan 7.9 Skala Richter SR pada koordinat 4,67 Lintang Selatan dan 101,13 Bujur Timur di kedalaman 10 Km di bawah permukaan laut dengan epicenter gempa berada pada 159 Barat Daya Bengkulu serta berpotensi tsunami
Ditempat pengungsian sementara sambil memonitor perkembangan berita di pesawat HT (kebetulan dibawa) berharap agar tidak terjadi tsunami. Sambil menenangkan anak istri saya yang terlihat shock saya mencoba melihat keadaan sekitar, ternyata banyak sekali orang2 yang mengungsi disini. Selang 1 jam kemudian saya memberanikan diri untuk going home, diperjalanan saya melihat banyak rumah, gedung yang rusak, retak bahkan rubuh!.
100_1256.JPG rubuh.jpg
Alhamdulillah ternyata rumah saya hanya mengalami retak2, tidak sampai rubuh.
Mungkin ini merupakan teguran Nya agar kita senantiasa selalu ingat, apalagi di bulan Suci ini.

Iklan

7 komentar

  1. Semoga saja cuma teguran mas, Pekerjaan Tuhan penuh misteri…


  2. @ asukowe
    he eh..


  3. Cerita yang sangat menggugah, saya juga asli bengkulu, tepatnya Manna, bengkulu selatan dan sempat merasakan dahsyatnya gempa bengkulu tahun 2000 dan terakhir gempa di yogyakarta. Mungkin perlu segera di kurikulumkan palajaran evakuasi dini ketika musibah gempa terjadi. dan yang pasti pemerintah daerah harus proaktif melindungi warganya dari segala kemungkinan bencana..
    Apalagi di daerah kita (bengkulu) orang cepat sekali percaya dengan isu isu yang berkembang. hal ini wajar karena akses informasi yang hampir dikatakan tidak ada


  4. Alhamdulillah ternyata rumah saya hanya mengalami retak2, tidak sampai rubuh.
    Mungkin ini merupakan teguran Nya agar kita senantiasa selalu ingat, apalagi di bulan Suci ini…

    Lebih Tabah mas!


  5. @ meizopan
    betul mas, pemerintah harus lebih tanggap lagi dalam menangani korban musibah bencana alam.
    Kapan-kapan kalau ke Bengkulu mampir mas.
    @ rivafauziah
    makasih…


  6. waduh ceritanya…bener2 merinding nich…., itu baru cerita, gmn kl ngerasain langsung….subhanaallah…wss


    • @ ary : mudah-mudahan jangan sampai mas…makasih dah mampir..



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: